Rabu, 10 Mei 2017

Janmadina mubāraka

Apa rasanya menjadi perempuan berkepala batu? Menyenangkan kah? Atau justru merepotkan diri sendiri? Ah, sepertinya aku tak perlu bertanya lagi, sebab kau tak pernah absen melakukannya.
Banyak orang yang menjauhi mu di saat yang lain justru tak mau kehilangan sedetik dalam hidupnya tanpa mu. Tenang, ini hanya sebagian dari proses kehidupan. Bukan kah melakukan kesalahan di atas kaki sendiri lebih baik dari pada berbuat baik tapi terikat dengan orang lain? Kau tau betul, kesalahan harus di betulkan, di saat terkadang kepala mu tak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang betul.
Aku paham kau tak pernah mau memakai sandal merk tertentu, tak suka baju yang banyak dikenakan perempuan di jalanan, dan lebih memilih tak menggunakan polesan di wajah jika yang kau temui sekotak peralatan kecantikan tanpa sertifikasi aman dan halal. Tak apa, menjadi perempuan cerdas dan berstandar tinggi memang kewajiban.
Hati mu bagaimana? Masih kah si brengsek itu mengacak-ngacak hari mu? Jika iya, calm down, aku tak akan marah. Itu pilihan mu. Pilihan mu saat ia datang dengan senang lalu pergi dengan menyisakan luka di dalam dada. Pilihan mu saat ia bersadar di bahu mu, mengajak mu ke kedai kopi, padahal bukan hanya kamu yang ada di dalam hati. Pilihan mu saat ia melarang mu melakukan apa yang ia dan agamanya larang, padahal kamu bisa saja menutup telinga. Itu pilihan mu, sayang. Karena mungkin aku akan melakukan hal yang lebih gila dan merepotkan diri sendiri jika sedang jatuh kedalam diri seseorang.
Berduka dan berluka di saat kau jauh dari keluarga adalah hal yang berlipat-lipat lebih menyesakan,tapi untungnya kau masih punya sajadah untuk bersujud dan menangis sejadi-jadinya.
Sungguh aku tak peduli jika kepala mu berisi protes ini dan itu tentang sesuatu,tak peduli jika kamu bersikap yang paling benar,tak peduli jika kamu jatuh cinta pada laki-laki yang tak pernah  ganti kaos kaki. Baik dan buruk mu telah ku terima dengan baik.
Banyak hal yang berubah dari aku, pun kamu. Tapi posisi mu tak pernah berubah, di dalam hati ini. Yang berkali-kali aku syukuri, karena ada kamu disini. Terimakasih untuk tetap jujur dan tulus tanpa ku minta, untuk tetap tinggal di saat banyak hal dalam hidup ku minggat satu persatu. Terimakasih telah menampar dan memeluk ku di saat bersamaan.
Selamat bertumbuh dan bertambah usia, Nurohndee. Suka makan, nonton drakor, dan joget itu tak masalah. Selama kamu bahagia, semuanya akan baik-baik saja. Menjaga kesehatan itu sama pentingnya dengan menjaga hati dari kakak tingkat yang padahal udah semester 5 keatas tapi masih doyan nyepik. Haha
Berbagai masalah kehidupan telah kamu lewati, dan kamu bisa berada di posisi sekarang lalu berbahagia sampai hari ini. Semoga menjadi perempuan cerdas, mandiri dan sukses bukan hanya sekedar wacana ya, Ndee. Bahagia itu datang saat kamu bisa merasakan nikmatnya beribadah, dan nikmatnya belanja ini itu tanpa perlu mikirin besok pagi makan apa. ((((((intensitas nabung sama dengan intensitas hedon,ya gapapa laaaa~~))))

Dari aku yang dari kemarin mau ngepost tapi riweuh belajar ngedit foto sama benerin kaidah menulis. Yang rindu di dekap saat kesedihan tak nampak di permukaan.



Kamis, 04 Mei 2017

Take it easy

Sebenernya udah lama pengen nulis yang agak random,tapi gimana gitu,kan niat awal bikin blog ini ya buat tempat pepuisian sama bikin cerpen gloomy-gloomy ga ngambung aja sih,tapi karena lagi bosen bikin cerpen,curhat aja gapapa lah ya. Gapapa dong,please,jangan ngambek. *vn dengan suara paling lembut*
Kemaren kemaren,lagi beres-beres kamar,banyak banget kardus(isinya maenan,buku-buku,baju bekas,dan tentu saja ; sampah). Bentuk kardusnya macem-macem,dan biasanya sengaja gue bungkus pake kertas kado biar rapi. Dan diantara sekian kardus,ada satu kardus yang ga ada bungkusnya tapi dari luar ada label bertulisan "jangan di buka kalo belom bisa beli lipstik harga 500k". Gue senyum kecut,sial.
Isinya beberapa surat cinta dari mantan pacar yang palingan cuma jadian 2 bulan -(iya gue kalo pacaran suka dibikinin sketsa muka gue atau puisi,receh tapi manis). Aksesoris hadiah dari temen-temen kesayangan. Gelang dan bandana yang entah dari siapa. Dan binder yang ga setebel buku catetan kasbon di warung.
Sampulnya warna biru muda,di hardcovernya tertulis "punya puan yang kalo bete harus diajak ngeskrim". Baru inget,ternyata buku ini berisi impian,"shock therapy" yang gue terapin sama diri sendiri,kebahagiaan yang datang tanpa aba-aba,dan catatan duka yang pernah gue tulis. Gue senyum lagi.
Dulu gue punya kebisaan,kalo lagi marah,gue tulis umpatan dan segala macem kata-kata kasar,terus gue tutup buku ini,gue lempar ke kolong kasur (gue tau,hal negatif harus dikeluarin,asal bukan dengan cara ngomelin orang,norak). Kalo lagi sedih,gue tulis lebih banyak lagi kesedihan yang lebih parah dari ini,lalu gue akan tersadar,kesedihan yang ini bukan apa-apa. Buktinya,gue baik-baik aja sampe hari ini. Atau kalo lagi remuk banget hatinya,gue inget-inget lagi setiap kebahagiaan atau nikmat yang ga pernah lupa Allah kasih,walau pun guenya kadang suka ga inget sama Dia.
Temen gue banyak,tapi gue bukan tipe orang yang mudah percaya sama orang lain. Gue percaya,manusia itu ga ada yang jujur,kecuali sama diri sendiri,lagian males juga cerita sama yang bukan bikin tenang,kalo bukan sama yang bolak balikin perasaan.
Sebetulnya gue tuh orangnya gampang nangis. Gampang iba sama orang. Gampang move on juga (yang ini lagi ngejokes). Tapi satu hal yang sedari dulu gue tanem dalam diri "lu boleh nangis sepuasnya,merasa Allah ga adil,merasa semuanya akan berakhir hari ini juga. Tapi cuma 3 hari ini aja. Besok-besok,lupain kalo lu pernah seduka ini,menjadi perempuan paling bahagia di seantero galaksi lagi". Its work,suddenly i feel like the man cant be moved. Engga. I feel better kok. 
Gue juga selalu membiasakan diri buat nulis segala impian gue di buku ini,dan gue tulis setiap progresnya. Kalo belom keliatan,ya gue tulis juga kenapa gue ga berubah-berubah. Kebanyakan berhasil bikin gue memaki-maki diri sendiri,karena merasa payah ga bisa nepatin janji untuk berubah pada diri sendiri. Haha
Gue ga pernah takut ga diakui sama lingkungan. Toh ga semua orang muji dengan jujur atas apa yang udah kita capai. Gue sering digosipin sama temen sendiri,gue mikirnya mungkin dia lagi khilaf atau guenya yang khilaf. Intinya fokus aja memperbaiki diri,jangan pernah denger apa kata orang,sekali pun omongan mereka bener soal keburukan idup lu,toh lu udah berusaha berhijrah disaat mereka masih sibuk ngurusin idup orang lain.
Idup gue sedih mulu? Kata siapa? Gue selalu punya cara buat bahagiain diri sendiri. Ngopi di tempat fancy,ke bioskop sendirian,dandan,bikin cupcake,belanja buku dan baju sampe berjuta-juta,bahkan makan es krim yang harganya gocengan aja gue bahagia. Bahagia itu kita yang rasain,standar bahagianya mungkin beda. Tapi tujuannya cuma satu kan,supaya bisa tenang,dan ga riweuh,seriweuh apa pun semesta meriweuhi elu.
Temen-temen lu pada liburan keliling indonesia mulu? Temen lu beli gadget baru? Temen lu make sneakers jordan? Ya nabung lah,jangan males jadi orang. Jangan keliatan miskin,kan udah. Tidak ada yang sia-sia jika kamu mau berusaha. Asal jangan jadi simpenan om-om aja sih.
Ah,buku ini banyak merubah gue. Mengontrol setiap emosi yang sebenernya udah meletup-letup di dalam dada,tapi gue tahan dengan cara menuliskannya disini. Maaf lu selalu gue banting-banting kalo lagi marah. Tapi satu hal yang gue sadarin ; gue ga sebaik gue pas sama elu,waktu gue rajin banget nulis di setiap bagian halaman yang lu punya. Huhu. Udah ah,mau lunasin utang negara dulu,pake uang yang dipinjem dari bank monopoli. Engga lucu ya? Iya lah,aku kan bukan kamu. Uwuwuwuw

Penuh cinta,muach!

Rabu, 22 Maret 2017

Semesta ku,bianglala paling menyenangkan.

Beberapa hari belakangan,tiba-tiba saya rindu,bukan,bukan rindu mantan. Tapi rindu kalian. Terlalu munafik jika saya bilang kalian teman yang baik,nyatanya kalian adalah teman terbrengsek yang pernah saya temui. Bukan karena kalian merebut pacar saya,bukan karena kalian bermuka dua di depan saya,atau karena kalian datang saat kalian butuh saja,tapi lebih karena kalian bisa menunjukan sisi terburuk dalam diri,dan tidak pernah berpura-pura baik. Tapi bukan berarti kalian tidak punya sesuatu yang membanggakan ya.
Pertemuan kita berawal di sekolah dan kelas yang sama,awalnya kalian terlalu aneh dan menyebalkan menurut saya. Nde dan windy terlihat seperti pemeran antagonis di sinetron sctv,cipot perempuan penggemar MU yang pernah tergila-gila pada lelaki yang tak pernah ganti kaos kaki,jaka laki laki ternyaman yang pernah membuat hati saya terpeleset padanya,deli dan deni yang kerap kali membuat saya muak karena terus menerus bercerita tentang k-pop,ipih perempuan yang pernah tersedu sedu saat idolanya (Ariel noah) dicaci maki oleh orang lain,hani dan putri yang sering menyusahkan jika moodnya sedang berantakan,atau rohmani perempuan kampungan yang setiap hari seperti sedang pms. Menyebalkan bukan?
Tapi lain cerita setelah kami 4 bulan saling mengenal,saya seperti sedang berada di dufan. Menyenangkan. Rasanya setiap hari ingin bertemu,mengobrol,menghabiskan waktu bersama,tapi tidak sampai ingin bercumbu.
Kita berbeda,tentu saja. Kita bisa ribut karena perbedaan selera makan siang ,cemburuan saat yang lain lebih akrab dengan teman lain kubu,bisa berselisih paham tentang rasa es krim apa yang nikmat dimakan di hari jumat,tinggi gengsi dan ego,cerewet setengah mati,ada pula yang selalu ingin di dengar suaranya ketika yang lain berusaha menyeimbangkan pendapat. Sampai pada akhirnya,kami "kehilangan". Karena terlalu sering beda arah dan tidak ada yang mau mengalah. Tapi untungnya saya dapat menerima keputusannya,tanpa merubah keyakinan di hati saya tentang kalian,bahwa kalian menyanyangi saya seperti yang saya lakukan pada kalian.
Sekarang,kami sudah baik baik saja. Kami terlalu kekanak kanakan memang,dulu. Dan saya tidak peduli jumlah kalian sekarang,yang jelas hanya kalian yang mampu membuat saya berhenti menangis saat pendidikan saya gagal,yang membuat saya baik baik saja ketika hanya ada selembar dua ribuan di dompet,yang membuat saya lupa bahwa saya perempuan baik baik,yang membuat saya kuat saat di rumah sedang banyak masalah,yang membuat saya percaya,kasih sayang bisa di dapatkan dimana saja.
Teruntuk kalian,yang sedang mengupayakan kehidupan yang lebih layak dan mapan,tetap semangat seletih apa pun kalian setiap hari,biasakan mengkonsumsi vitamin karena saya tau kegiatan kalian padat luar biasa,jaga hubungan baik dengan Allah dan orang tua niscaya Ia akan mudahkan segala urusan.
Empat tahun adalah waktu yang teralalu cepat mengubah kalian,dan saya bersyukur karenanya. Terimakasih untuk dekap dan ocehannya,terimakasih untuk selalu hadir di saat saya terlalu menyebalkan untuk dinasehati,terimakasih untuk menjadi satu satunya yang di rindu ketika kesepian dan kesedihan berpadu satu.

Dari aku,yang mencintai kalian dengan utuh tanpa jenuh.

Sabtu, 11 Maret 2017

Tok-tok!!

Kamu bilang,jangan begadang. Aku iyain.
Kamu bilang,jangan makan nasi sama mi instan. Aku iyain.
Kamu bilang,jangan makan es krim terus. Aku turutin.
Tapi kamu juga yang nelpon aku tengah malem,cuma buat bilang "semangat ya tidurnya". Kamu juga yang bikinin aku makan siang nasi goreng pake mi telor. Kamu juga yang beliin aku es krim vanilla pas aku ngambek.
Jadi,kamu ga usah larang-larang aku.
Hari ini aku lagi pengen nyender di tempat  duduk kamu,kalo perlu sampe ketiduran di meja yang alasnya ada jaket abu-abu kamu.
Hari ini aku ga mau pulang cepet,gapapa kalo nanti abang ku marah-marah dan ibu ku memotong uang saku ku. Aku bakal ikut,kemana pun kamu hari ini. Aku janji ga bakal ketiduran di jalan lagi.
Hari ini aku mau deh makan mi ayam ga pake sambel,asal kamu jangan manyun terus pas aku lupa nyimpen buku atau dvd yang kamu pinjemin ke aku.
Hari ini aku janji deh bakalan meluk kamu dari belakang kalo kamu sengaja ngebut pas boncengin aku.
Hari ini aku bakalan dengerin kamu cerita tentang tetangga kamu yang kalo di rumah ga pernah ikut gotong royong itu,bakal dengerin cerita keponakan kamu yang pengen punya orang tua super hero,atau cerita apa pun,sampe kamu capek sendiri.
Hari ini aku menulis lagi,siapa tau kamu rindu atau nyesel pernah bikin aku jadi orang yang lupa caranya ketawa.
Kesalahan aku emang banyak. Ga pernah bisa nurut sama apa yang kamu bilang,tapi aku ga peduli. Toh,cuma kamu yang bisa bikin aku ketawa sama hal-hal sepele. Tapi itu ga cukup,kata kamu.
Terserah kata kamu deh,yang jelas,aku bakal tetep dan selalu rindu kamu. Walau pun kamu pernah bilang,jangan rindu sama kamu lagi.
Soalnya aku udah maafin salahnya kamu sebelum kamu minta maaf. Biar kamu tau,setiap orang butuh kesempatan kedua. Biar kamu tau,yang sekarang lagi meluk kamu belum tentu sesayang aku.

Kamis, 25 Agustus 2016

Surat untuk yang semakin menyebalkan



“anter ngeprint yuk”,katanya.
“ya udah,nih sekalian”,jawab ku.
“ye si bego,anterin lah,gue kan ga tau tempatnya dimana”
“motornya aja belom diparkirin”
“yes,berarti mau kan?”
:)

Kita adalah temen seangkatan di SMP yang sama,tapi baru hari itu kita ngobrol banyak (pas di warnetnya sih,coz di warnetnya lagi banyak cabe-cabean sekolah tetangga yang lagi ngeprint juga,alhasil kita nungguin deh sambil curcol-curcol ngehe),iya,waktu kelas 3 Aliyah. Gils,selama ini kita ngapain aja?
Si geblek ini orangnya random banget. Masa doi suka makan bubur pake sumpit,dan sumpitnya cuma satu! Warbyasah~. Pernah juga,dia manggil gue teman gelap,bukan karena kulit leher gue lebih gelap dari muka ya,tapi karena kita adalah dua insan yang berbeda yang alias apaan anjir,gue aja ga tau. 
Lalu setelah hari dimana gue nganterin doi ngeprint,tiba-tiba,jadi ada yang berubah. Hari-hari gue terasa menyebalkan-ngangenin-gloomy gimana gitu. Kayak misalnya dia ngechat duluan “bel?”,”dih kaga dibales,cogan nih”. Atau tiba-tiba doi nyamperin ke kelas gue,dan ngegombal dengan kalimat yang diawali dengan “bapak kamu….” Bukan godain gue,tapi godain bu yusi,guru kimia gue. Kan q sebal yha~
Nih ya lu kesel ga sih,kalo lagi ngomongin temen yang baru exit  grup WA,terus tiba-tiba ada yang nimbrung,sok asik? Atau lu abis ngepost di blog yang gloomy-gloomy manja gitu,terus ada yang kepo sana sini biar tau tuh postingan buat siapa? Yak,ini kelakuan dia banget.
Tapi dia ini orang yang sabar banget dengerin ocehan gue soal naiknya harga jengkol,betapa malesnya gue kalo disuruh benerin genteng bocor sama emak,atau “rindu diam-diam”-nya gue yang ga pernah tersampaikan. Bukan sabar kali ya,mungkin doi lagi gabut aja,makanya doi mau aja dengerin w curhat. Gkgkgkgk~
Kita juga banyak berdebat. Soal pendidikan,masa depan,akidah,atau yang lebih absurd lagi,siapa yang bakalan rindu duluan kalo kita ga kabar-kabaran selam bertahun-tahun. Poin yang terakhir itu,gue cuma becanda,beneran tapi.
Banyak yang bilang kalo kita ada apa-apa. Oh, c’mon dude. Bagaimana kita bisa ada apa-apa,kalo kesetiaan masing-masing dari kita masih dijaga rapi,untuk ia yang kembali karena penyesalan? Eh,engga deng,itu mah dia kali. Gue sih udah punya yang baru…sepatu.
Pernah juga nih ya,dia curhat headsetnya ilang pas jam 12 malem. Ya Allah,rasanya q ingin berbisik “YA TERUS AING KUDU NEANGAN?” tepat di kupingnya,pake speaker masjid tapi. Dia juga pernah nanya,kenapa kucing kakinya ada 4. Q ingin menangys~~
Hmmm,udah ah ntar orangnya baca,terus ga mau repost tulisan w lagi (karena naiknya statistic blog adalah sebuah kebanggan bung!).  etapi katanya bulan ini dia ulang taun. Eh iya ga sih? Gue pernah liat di papan nisan mana gitu,lupa.
Oke,jadi…
…hari ini…
…tepat...
…pukul sekian.
Yha~
Gue cuma mau bilang “happy birthday Rizki Alifian. Doanya standar lah ya. Semoga umurnya berkah,rizkinya melimpah,dan dipertemukan dengan perempuan sekseh. Engga deng,yang penting mah selalu sehat dan bahagia gimana pun kondisinya. Kalo udah pulang ke parung,ica kale beliin espim.”
Lu pada nyesel ya baca tulisan ini,buang-buang kouta,dan gue cuma mau bilang begini doang. Hahaha,rasakan itu adudu,tunggu pembalasan ku berikutnya!!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bentar,belom selesai. I shoud say thank u for u Aa iki(iya Aa,sok dituain banget yekan~),for being my home when I feel so gloomy,tried or fell so bad (when I missed someone misanya). Jaga diri,banyakin kegiatan positif biar punya banyak temen hitz di IPB,semoga Allah selalu berada disetiap langkah hijrah mu. Kamu harus ingat,sejauh apa pu kamu,semoga doa kedua orangtua mu dan mantan mu yang belom bisa move on itu,selalu memeluk mu erat-erat. Btw,jangan lupa cukur kumis.

cotton candy



Kepada tuan yang tidak pernah bosan pada nikotin,
Sudah berapa batang tembakau yang kau hisap hari ini? Berapa teguk RJ yang kau minum malam ini? Kamu mandi jam berapa? Eh,maaf aku terlalu lancang untuk menanyakan hal ini lagi.
Sebenarnya ini hanya surat-surat dalam paragraph yang tak sempat kau baca sebelumnya. Ini juga bukan sesuatu yang penting lagi untuk mu,tapi kali ini,tolong bersikap tenang,baca pelan-pelan.
Tuan,mungkin pagi mu bukan tentang menunggu kabar ku lagi,mimpi mu bukan untuk ku lagi,dan rindu mu juga bukan tentang ku lagi.
Maaf untuk malam itu,jelas aku yang salah. Harusnya aku membicarakannya lebih dulu,agar kamu tidak sejauh ini. Sampai paragraf ini,kamu masih sanggup membacanya,kan?
Tuan,seperti kata ku malam itu,aku selalu merasa jatuh cinta lagi,saat melihat mu tertawa atau saat kau menghisap rokok dalam-dalam. Tapi entah mengapa,sumuanya lenyap dalam sekejap. Apa jangan-jangan aku terlambat menyadari,bahwa dengan mu,hanya pelepas penat ku? Atau mungkin semua ini tak lebih dari sisa cerita kita yang belum selesai?
Tuan,terlalu banyak hal yang kutakutkan. Aku takut ketinggian,takut dimarahi guru kimia karena tidur saat jam pelajarannya,takut mengecewakan orang tua,dan takut terlambat mewujudkan segala ingin di angan. Jadi,sudah paham kan,mengapa aku melangkah sejauh ini?
Kalau sampai hari ini kamu belum mau menyapa ku,tak masalah. Terserah juga kalau kamu berpikir macam-macam tentang ku. Maaf kalau malam itu aku terlalu terburu-buru,aku tak pandai merangkai kata “pamit”.
Terimakasih untuk cotton candy-nya,manis. Semoga kamu bisa menjadi sebaik-baiknya laki-laki untuk dipasangkan dengan perempuan yang baik-baik pula. Atau kamu masih percaya kalau ” jodoh tidak akan kemana-mana”?.


Sabtu, 13 Agustus 2016

Al

Bagaimana hari mu,Al?
Sepertinya,beberapa hari ini kepala mu riuh sekali,sehingga kau lupa pada sisi lain dalam diri mu. Ayo lah,beri sedikit waktu untuk anak kecil yang ada pada diri mu,untuk menangis meraung-raung tanpa beban. Ia juga butuh perhatian,Al.
Terlalu banyak hal yang kau khawatirkan tentang hidup. Santai saja lah,maksud ku,berencana jauh kedepan itu boleh,tapi jangan sampai merusak kebahagiaan mu hari ini,Al.
Kau kacau sekali,ada apa,Al? Aku tahu kau seorang sulung,tapi bukan berarti kau harus menanggung semuanya sendirian. Kau bisa bercerita nanti malam,besok,lusa,atau kapan pun kau mau. Aku akan mendengarkan.
Jangan menyusahkan diri sendiri,dengan bersikap seolah baik-baik saja. Itu akan membuat mu kelelahan. Lepaskan saja,pelan-pelan. Selesaikan segala urusan yang perlu disudahi,Al.
Tidak semua orang dapat kau percaya.Tapi tenang saja,Al. Kau tidak sendirian,kau masih punya sisi lain dalam diri mu untuk diajak bicara.
Serahkan segala cemas,ragu,sendu dan sedih mu pada-Nya. Bersedih jangan terlalu lama,agar kebahagiaan tidak singah terlalu cepat.
Jika malam-malam berikutnya kau merasa teramat kesepian,tenang,kau masih punya seseorang dalam diri mu untuk kau dekap erat-erat.