“jika aku rindu kamu bagaimana?”
“memangnya kenapa? Kau bebas melakukannya.
Setiap hari pun tak apa.”
“benarkah?”
“tentu saja,sebab kita masih bisa jadi
teman dan tak akan pernah saling melupakan. Aku berjanji.”
Jika mengingat percakapan tadi,aku ingin sekali
tertawa terbahak-bahak. Kau begitu manis tenyata.
Bahagia adalah saat kita bisa duduk
berhadapan. Kau memakan es krim cokelat,dan aku memakan es krim rasa vanilla.
Tak ada yang berbicara,namun terasa hangat disana,di dada ku.
Rambut mu selalu berantakan,tapi aku suka.
Sebab dengan begitu aku bisa merapikannya,dan menciumnya sesekali.
Aku tak pernah bosan,saat mendengarkan mu
bercerita berjam-jam bagai pendongeng. Sebab aku tak pernah berhenti tertawa
saat menyimaknya.
Dekap mu adalah tempat yang paling masuk
akal,saat masalah mengacak-ngacak kewarasan.
Dan tatap mata mu adalah sesuatu yang
paling meneduhkan.
Terima kasih,kamu. Dan selamat hari kita
yang ke-365 ya,kamu. Sekarang,bisakah kamu menepati janji mu saat ia telah
menjadi semesta baru mu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar