Minggu, 11 Oktober 2015

Dear subhanallah ku.

Entah malam keberapa,dimana aku tetap terjaga. Tak bisa tidur karena mu.
Tentang senyum yang ditunjukan kepada siapa.
Tentang tawa yang hadir entah karena apa.
Atau tentang sapaan yang tiba tiba muncul di lini masa,entah untuk siapa.
Ini masih tentang kamu yang terlalu sempurna.
Dan masih tentang aku yang tak berani menyapa.
Kamu tidak tau betapa degup jantung ku terlalu terburu-buru,saat kamu memanggil nama lengkap ku. Saat kamu tersenyum ke arah ku,atau saat kamu menanyakan kabar ku malam itu.
Kamu tidak akan tau betapa terbakarnya dada ini,saat melihat mu bersenda gurau dengan perempuan selain aku.
Kamu juga tidak akan tau,betapa sulitnya aku untuk tertidur saat aku rindu kamu.
Ku rasa kamu memang tak usah ingin tau.
Biar lah orang bilang aku egois,toh apa lagi yang harus ku lakukan selain jatuh cinta sendirian?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar