Jumat, 06 Februari 2015

Seorang pelupa

Aku selalu lupa dimana terakhir kali aku menaruh ponsel atau remote tv saat di rumah,tapi aku tak pernah lupa menaruh semua barang yang pernah kau berikan.
Aku selalu lupa membawa handuk ketika aku hendak mandi,tapi aku tak pernah lupa membawakan mu bekal makan siang,atau sekedar makan di kantin belakang.
Aku selalu lupa mengirimi mu pesan singkat,tapi aku tak pernah lupa mengirimi mu doa padat penuh harap.
Aku selalu lupa tanggal hari jadi kita,tapi aku tak pernah lupa saat pertama kali jari jemari kita saling berpautan.
Aku selalu lupa tempat yang pernah kita kunjungi,tapi aku tak pernah lupa tempat dimana kita duduk berdua menikmati langit di sore hari.
Aku selalu lupa jika kau tak suka kopi,tapi aku tak pernah lupa jika kau sangat suka bernyanyi di kamar mandi.
Aku selalu lupa kapan terakhir kali kita makan siang berdua,tapi aku tak pernah lupa saat kita menjejali es krim untuk pertama kalinya.
Aku memang pelupa,tapi aku tak pernah lupa semua tentang kita-tentang mu lebih tepatnya-.



Note : Ditulis disuatu senja,saat kau menganggap aku adalah orang yang paling pelupa sedunia,kemudian setelah itu kau bisikan “but i love you just the way you’re”. Dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar