Rabu, 11 Maret 2015

Kamu

Aku tidak tahu harus memulainya dari mana,mungkin aku akan memulainya dengan "halo" agar terlihat lebih ceria.
Enggg,baik lah. Halo,apa kabar? Kamu masih ingat aku tidak? Jika kamu menjawab "tentu saja",dan menanyakan hal yang sama,aku akan menjawab,dan akan sedikit... Enggg menyembunyikan debar.
Baik lah,aku masih sangat mengingat mu,sungguh.
Mengingat kamu yang begitu "bodo amat"-nya dengan sindiran orang lain terhadap sikap mu yang kekanak kanakan.
Mengingat kamu yang selalu semangat dan berlipat-lipat lebih cerewet dari pada aku.
Mengingat jokes mu yang selalu berhasil membuat perut ku kram,karena terlalu lama tertawa.
Mengingat kamu yang selalu suka dengan kaos berwana hitam dan juga sepatu merk vans.
Atau mengingat kamu yang selalu menyisakan cokelat di sudut bibir saat makan es krim.
Bukan,aku bukannya sudah tidak pelupa lagi. Tapi untuk hal-hal yang berhubungan dengan mu,aku bisa seingat itu.
Kekhawatiran mu memang benar,setelah kamu pergi,aku tidak akan merasa baik baik saja.
Tapi percaya lah,aku sudah tidak secengeng masa lalu,tapi terkadang aku rindu kamu yang dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar